Berbuka Puasa dengan Yang Manis

Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuh

Pernah suatu ketika saya melakukan ibadah puasa siangnya menahan rasa lapar yang begitu sangat padahal disaat saur aku sudah banyak menghabiskan makanan. Tanpa disadari telah datang waktu berbuka puasa ku teguk segelas air es dengan nikmat kurasakan, kemudian ku habiskan semua makanan yang tersedia di meja tanpa berfikir panjang. Perutku mulai buncit penuh dengan makanan yang tadi aku makan.

Jam menunjukan pukul 07.30 wib aku mulai didera rasa sakit perut dan membatalkan niatku untuk tarawih yang mulanya telah aku rancang sedemikian rupa dari mulai sahur. Gara-gara makan yang berlebihan aku menjadi salah satu orang yang rugi. bagaimana tidak, pasalnya sholat sunah tarawih yang datangnya 1 bulan dalam setahun yang pahalanya berlipat ganda pupus gara-gara hal yang sangat sepeleh.

kemudian di hari esoknya aku merancang sebuah strategi baru untuk hanya memakan makanan yang manis pada saat buka puasa. Ya strategi itu berjalan dengan lancar aku membeli kurma dari toko sebelah. Hingga datangnya waktu berbuka puasa kunikmati sebilah demi sebilah buah kurma yang rasanya sangat eksotis sangat enak dan manis. Habis empat buah rasanya sudah mengenyangkan ku tinggalkan kurma dan bergegas pergi ke mesjid untuk melaksanakan sholat isya, tarawih, dan witir. Aku sangat bersyukur hari ini aku tidak kecolongan seperti hari kemarin dan strategiku berhasil.

Sahur aku lakukan makan makanan yang sama yaitu tidak ketinggalan makan yang manis dan tidak makan terlalu banyak yang berlebihan sehingga membuat kita sendiri yang rugi dan sampai sekarang lapar itu tidak terasa karena kandungan glukosa dalam buah kurma yang manis mampu menahan lapar dalam waktu yang lama. Nabi Muhammad saw menganjurkan sesuatu tentunya untuk kebaikan manusia itu sendiri.

disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw dalam salah satu haditsnya yang berbunyi:

Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci, Hadits Nabi ini menggambarkan kepada kita bagaimana cara berbuka yang baik. Yaitu dengan makanan yang manis, yang lunak dan mudah dicerna.

Biasanya rasulullah kalau berbuka didahului dengan meminum air zam-zam atau air putih yang kemudian diiringi dengan beberapa biji kurma. Yang demikian itu boleh dikatakan sebagai mukadimah. Dengan kata lain, begitu masuk waktu berbuka maka tidak semua langsung dimakan atau disikat.

Rasulullah dalam setiap berbuka atau katakanlah setiap waktu makan, tidak pernah terlalu kenyang. Bahkan tidak sampai kenyang kurang lebih 2/3 dari perut itu yang diisi, dan 1/3 lagi dikosongkan hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya, bahwa beliau tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.

Yang lebih penting untuk diperhatikan dalam berpuasa ini bukan sekedar mengosongkan perut, tapi waktu mengisinya kembali yaitu waktu berbuka perlu diperhatikan. Kalau tidak, bahaya yang akan datang. Justru itu makan dan minum janganlah berlebihan atau kekenyangan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Al’araf ayat 31 yang artinya: “Dan makan dan minumlah kamu, akan tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.”

Justru itulah masalah makanan ini perlu juga dijaga dan diperhatikan. Maksudnya tidak semua harus dimakan atau ditelan. Akan tetapi harus dipertimbangkan daya tampung perut dan kemampuannya untuk mencerna. Kalau tidak, hal ini nanti akan bisa menimbulkan bencana terhadap fisik.

Bahkan bukan hanya sekedar itu. Kata orang-orang ahli Tasawuf “Memperturutkan selera atau kemauan perut dalam masalah makan tanpa ada batas sebagaimana yang digariskan oleh Rasulullah, yaitu berhenti sebelum kenyang, dengan kata lain orang yang makannya banyak, maksudnya setiap makan selalu kekenyangan, juga bisa menjadi penyakit jiwa. Yaitu penyakit loba, tamak dan serakah.”

Dari pengalaman penulis dapat simpulkan bahwa:

  • Pada saat berbuka puasa seharusnya kita tidak makan yang berlebihan
  • Sebelum melakukan sesuatu harusnya kita niatkan
  • makanlah makanan yang manis seperti buah kurma yang bisa menahan lapar tanpa memakannya dengan berlebihan.

demikian lah kata-kata dari penulis, mungkin ceritanya terlihat biasa saja.

sekian dan assalamualikum warahmatullah wabarokatuh

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s